-->

sosial media

Tuesday, 7 April 2026

BUKU : DASAR TEOLOGIS DAN BIBLIS SERTA ANALISIS PENGELOLAAN KEUANGAN GEREJA




Rp. 85.000

KODE BARANG           :  TMK- 001-2026-190-5
JUDUL                            :  TRANSFORMATIF KURIKULUM KATEKISASI SIDI LUTHERAN
TINGGI BUKU              :  21 cm
PENULIS                        :  HENDRA CRISVIN MANULLANG
ISBN                                :  TERBIT
PEMESANAN VIA        :  a. E-mail      :  menarakristen@gmail.com
                                             b. Phone      :  0812-6619-4602 , 0822-7502-8670

SINOPSIS

Gereja sebagai tubuh Kristus dipanggil untuk mengelola setiap berkat Allah secara bertanggung jawab. Keuangan bukan sekadar soal teknis administratif, melainkan merupakan bagian integral dari spiritualitas dan kesaksian gereja. Alkitab sendiri memberikan perhatian serius terhadap harta, uang, dan pengelolaannya.
Dalam Perjanjian Lama, bangsa Israel diajar untuk mempersembahkan persepuluhan (Im. 27:30–32; Ul. 14:22–29). Prinsip ini tidak hanya menekankan ketaatan kepada Allah, tetapi juga mengandung aspek sosial—yaitu pemeliharaan bagi orang Lewi, janda, yatim piatu, dan pendatang. Dalam Perjanjian Baru, Yesus berulang kali menekankan bahaya cinta akan uang (Mat. 6:24; 1Tim. 6:10) sekaligus menegaskan pentingnya memberi bagi pelayanan dan sesama. Rasul Paulus menulis: “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2Kor. 9:7).
Sejarah mencatat bahwa sejak kedatangan misi Kristen di Nusantara pada abad ke-16, para misionaris sudah berhadapan dengan persoalan keuangan gereja. Pada masa VOC, gereja-gereja Protestan di Indonesia sebagian besar dibiayai oleh pemerintah kolonial Belanda. Namun setelah kemerdekaan Indonesia (1945), gereja-gereja di Indonesia mulai mandiri secara finansial dan bergantung pada dukungan jemaat. Pada masa itu, banyak gereja masih menggunakan sistem sederhana: catatan manual, kotak persembahan, dan laporan lisan dalam rapat jemaat.
Memasuki era modern, khususnya setelah krisis moneter 1998, gereja dihadapkan pada tantangan baru: meningkatnya kebutuhan pelayanan sosial, pembangunan fisik, dan dukungan terhadap pelayanan misi. Pada saat yang sama, tuntutan masyarakat terhadap transparansi keuangan semakin besar. Beberapa kasus penyalahgunaan dana jemaat yang muncul di media massa semakin memperkuat opini publik bahwa gereja pun harus dikelola dengan prinsip tata kelola modern.



Tags :

BPPPWG MENARA KRISTEN

KOMITMEN DALAM MELAYANI

PRO DEO ET EIUS CREATURAM

  • PRO DEO ET EIUS CREATURAM
  • COGITARE MAGNUM ET SOULFUK MAGNUM
  • ORA ET LABORA

INFORMASI KEPALA BPPPWG MENARA KRISTEN
  • : Pdt Hendra C Manullang
  • : P.Siantar - Sumatera Utara - Indonesia
  • : crisvinh@gmail.com
  • : menarakristen@gmail.com
/UMUM

Post a Comment

Tedbree Logo
BPPPWG Menara Kristen Silahkan bertanya kepada kami. Kami siap membantu Anda
Halo, Ada yang bisa kami bantu? ...
Kirim