-->

sosial media

Thursday, 6 August 2026

YESAYA 56 : 1 - 8 (TAATI HUKUM DAN TEGAKKAN KEADILAN)

YESAYA 56 : 1 - 8 (TAATI HUKUM DAN TEGAKKAN KEADILAN)


TAATI HUKUM DAN TEGAKKAN KEADILAN

Kajian Biblis, Historis, Filosofis, dan Kontekstual terhadap Yesaya 56:1–8

 

I - PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tema "Taatilah Hukum dan Tegakkan Keadilan" merupakan salah satu benang merah yang menghubungkan seluruh kesaksian Kitab Suci, mulai dari Pentateukh hingga Kitab Wahyu. Allah yang menyatakan diri-Nya kepada Abraham, Ishak, Yakub, Musa, para nabi, hingga puncaknya di dalam Yesus Kristus adalah Allah yang menghendaki kehidupan manusia berlangsung dalam kebenaran, keadilan, kasih, dan kekudusan. Oleh karena itu, hukum Allah bukanlah sekadar seperangkat aturan moral atau ketentuan religius, melainkan manifestasi dari karakter Allah sendiri. Ketika manusia menaati hukum-Nya, sesungguhnya manusia sedang belajar hidup sesuai dengan kehendak Sang Pencipta.

MATIUS 14 : 22 - 33 (TENANGLAH, JANGAN TAKUT)

MATIUS 14 : 22 - 33 (TENANGLAH, JANGAN TAKUT)

TENANGLAH, JANGAN TAKUT

Kajian Teologis, Hermeneutika, dan Historis-Biblis Matius 14:22–33

Penulis : Pdt. Hendra Crisvin Manullang

 

IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ketakutan merupakan salah satu pengalaman paling mendasar dalam sejarah umat manusia. Sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa, rasa takut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberadaan manusia. Alkitab mencatat bahwa respons pertama Adam setelah melanggar perintah Allah bukanlah pertobatan, melainkan ketakutan. Dalam Kejadian 3:10 Adam berkata kepada Allah, "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut..." Pernyataan ini menunjukkan bahwa ketakutan bukan sekadar reaksi psikologis terhadap bahaya, tetapi merupakan konsekuensi teologis dari rusaknya relasi antara manusia dengan Allah. Dosa melahirkan keterasingan, dan keterasingan melahirkan ketakutan.

Thursday, 23 April 2026

KHOTBAH; Kisah Para Rasul 1 : 1 - 11 ( Yesus Naik ke Surga dan Akan Datang Kembali )

KHOTBAH; Kisah Para Rasul 1 : 1 - 11 ( Yesus Naik ke Surga dan Akan Datang Kembali )

 

Yesus Naik ke Surga dan Akan Datang Kembali

Kajian Teologis Biblis dan Dogmatis atas Kisah Para Rasul 1 : 1 - 11

BAB I - PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke surga merupakan salah satu artikulasi iman Kristen yang fundamental, namun dalam praktik teologi dan kehidupan gereja sering kali berada di pinggiran perhatian. Fokus iman Kristen cenderung bertumpu pada inkarnasi (kelahiran Kristus), penebusan melalui salib, serta kebangkitan sebagai kemenangan atas maut. Sementara itu, kenaikan Kristus kerap dipahami hanya sebagai penutup naratif Injil atau sekadar transisi menuju pencurahan Roh Kudus. Padahal, secara teologis, kenaikan memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam keseluruhan ekonomi keselamatan (historia salutis).

Tuesday, 21 April 2026

KHOTBAH; KOLOSE 1 : 9 - 14 (TETAP BERDOA)

KHOTBAH; KOLOSE 1 : 9 - 14 (TETAP BERDOA)

 

Tetap Berdoa

(Kajian Historis-Kritis, Dogmatis, dan Filosofis atas Kolose 1:9–14)

 

BAB I - PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Doa merupakan salah satu praktik paling mendasar dalam kehidupan manusia religius. Hampir semua tradisi keagamaan mengenal doa sebagai bentuk komunikasi dengan realitas transenden. Namun, dalam Kekristenan, doa memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar ritual atau kewajiban religius. Doa dipahami sebagai relasi hidup antara manusia dengan Allah—suatu dialog yang melibatkan iman, pengharapan, dan ketergantungan total kepada Sang Pencipta.

KHOTBAH; KELUARAN 15 : 1 - 14 ( AKU MENYANYI BAGI TUHAN )

KHOTBAH; KELUARAN 15 : 1 - 14 ( AKU MENYANYI BAGI TUHAN )


AKU MENYANYI BAGI TUHAN

(Kajian Historis-Kritis, Biblis, dan Filosofis atas Keluaran 15:1–14) 

BAB I - PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Nyanyian merupakan salah satu bentuk ekspresi paling mendasar dalam kehidupan manusia. Sejak zaman kuno, manusia menggunakan nyanyian untuk merespons realitas hidup—baik dalam sukacita, penderitaan, kemenangan, maupun kehilangan. Dalam tradisi iman Israel, nyanyian bukan sekadar ekspresi estetis, tetapi juga merupakan medium teologis yang mengungkapkan pengalaman konkret akan karya Allah dalam sejarah.

Monday, 20 April 2026

33 PUISI TEOLOGIS - CIPTAAN PDT HENDRA C MANULLANG

33 PUISI TEOLOGIS - CIPTAAN PDT HENDRA C MANULLANG

 



1. Doa yang Tidak Dijawab

Aku pernah percaya
bahwa setiap doa adalah tombol,
dan Tuhan adalah mesin kosmik
yang merespons setiap tekanan dengan jawaban.

Sunday, 12 April 2026

KHOTBAH; KISAH PARA RASUL 2 : 22 – 28 ( HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAK )

KHOTBAH; KISAH PARA RASUL 2 : 22 – 28 ( HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAK )

 


HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAK
(KAJIAN BIBLIS, TEOLOGIS, HISTORIS, DAN ETIS DALAM KISAH PARA RASUL 2 : 22 – 28)

BAB I - PENDAHULUAN: SUKACITA SEBAGAI BUAH KEBANGKITAN

1.1 Latar Belakang: Manusia, Penderitaan, dan Kerinduan akan Sukacita

Setiap manusia, tanpa terkecuali, hidup dengan satu kerinduan mendasar: ingin mengalami sukacita. Sukacita bukan sekadar keinginan tambahan dalam hidup, melainkan kebutuhan eksistensial yang melekat pada keberadaan manusia itu sendiri. Dalam setiap keputusan, perjuangan, dan pencarian hidup, manusia pada dasarnya sedang mencari sukacita—entah melalui keberhasilan, relasi, kekayaan, atau pencapaian pribadi.

Tedbree Logo
BPPPWG Menara Kristen Silahkan bertanya kepada kami. Kami siap membantu Anda
Halo, Ada yang bisa kami bantu? ...
Kirim